Seluruh tim kita adalah tim permanen yang merupakan vendor

Share please

Tim ini bukanlah vendor untuk kementerian, (sebab) setiap product manager dan ketua tim posisinya hampir setara dengan Direktur Jenderal yang beberapa di antaranya hadir di sini. Mereka diposisikan sebagai rekan bertukar pikiran dalam mendesain produk kami,” imbuhnya.
Video tersebut pun viral, publik menyoroti penamaan shadow organization yang disebut Nadiem, hingga sampai pada rapat bersama DPR Komisi X.
“Kita tidak pernah dengar ini. Kita tidak pernah diberi tahu. Keppresnya mana? Kepmennya mana sebagai dasar hukumnya? Karena ini kan pakai anggaran? Anggarannya dari mana? Apakah sudah ada kajian ilmiahnya sehingga jadi kebijakan negara dalam bidang pendidikan?” kritik Anggota Komisi X Johar Arifin, Senin (26/9).
Dalam rapat tersebut Nadiem pun menegaskan bahwa yang dimaksud tim bayangan adalah vendor yang diperlakukan sebagai tim permanen dan mirroring kementerian. Tim itu berada di bawah Telkom yang disebut Gov Tech.
“Seluruh tim kita adalah tim permanen yang merupakan vendor yang dirumahkan di bawah anak perusahaan Telkom. Mereka secara teknis vendor tapi apa inovasi dari Kemendikbud Ristek, kenapa kok bisa terjadi banyak anak-anak muda mau bergabung di Tim Gov Tech untuk membangun produk ini itu, karena inovasi budaya dalam Kemendikbudristek,” papar Nadiem.
“Baik dirjen maupun direktur melihat dan bekerja sama dengan mereka dengan Slot Dana filsafat kemitraan, gotong royong,” tambahnya.
Penjelasan Telkom soal Gov Tech
AVP External Communication Telkom, Sabri Rasyid, buka suara soal polemik yang terjadi mengenai tim bayangan yang menjadi sorotan publik.
Ia membenarkan bahwa GovTech Edu adalah salah satu unit Telkom yang bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek. Sabri pun menegaskan, proses yang dilakukan Telkom dengan Kemendikbud Ristek sesuai dengan mekanisme UU.
“Telkom bertindak sebagai pihak yang menyediakan solusi digital secara menyeluruh (end to end), seperti desain dan pengembangan produk dan platform, membantu proses transformasi digital, pengawalan, hingga implementasinya,” ungkap Sabri kepada kumparan, Selasa (27/9).


Share please